
Baru-baru ini pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri pada 19 Maret 2026 di Istana Merdeka memang memberikan sinyal positif untuk stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Acara itu berlangsung tertutup selama sekitar 2 jam dan menunjukkan silaturahmi antar-pemimpin bangsa menjelang Idulfitri 1447 H.
Sebagaimana pertemuan dihadiri Megawati yang didampingi Puan Maharani (Ketua DPR), serta Sufmi Dasco Ahmad (Wakil Ketua DPR) dari Gerindra, dengan suasana akrab seperti sahabat lama.
Maka Prabowo juga menyambut langsung dan mengunggah momen di Instagram resminya, menekankan kelanjutan silaturahmi.
Sekretaris Kabinet menyebut diskusi mencakup isu strategis nasional dan geopolitik global.
Topik utama meliputi dinamika geopolitik, stabilitas dalam negeri, tantangan global seperti konflik Timur Tengah, dan prioritas pembangunan nasional.
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut Megawati berbagi pengalaman mengatasi krisis multidimensi dengan sense of urgency.
Pertemuan itu memperkuat konsolidasi pemerintahan, menepis persepsi PDI-P sebagai “gangguan” pasca-kritik terhadap program MBG, dan mendukung persatuan politik pasca-pemilu.
Pengamat Achmad Baidowi menilai hal itu krusial untuk stabilitas di tengah isu internasional seperti keanggotaan Indonesia di Board of Peace.
